TV LCD, LED

Monday, March 23, 2015

Adat Istiadat Jawa Timur PR

ADAT ISTIADAT DAERAH JAWA TIMUR

1.         Baju Adat Jawa Timur dan Busana Adat Tradisional Daerah Jawa Timur


Jawa Timur sebuah provinsi di sebelah timur pulau jawa ini memiliki pakaian adat yang di sebut dengan mantenan. Pakaian Tradisional Jawa Timur ini umumnya di kenakan pada saat ada upacara perkawinan oleh masyarakat di Jawa Timur. Kalau di lihat sekilas pakaian dari daerah Jawa Timur ini hampir mirip dengan Pakaian Adat Jawa Tengah. Berikut ini gambar pakaian adat tradisional provinsi Jawa Timur. Baca selanjutnya Baju Busana Adat Jawa Timur
  
Pakaian pengantin untuk rakyat biasa/ masyarakat umum

Perlengkapan pakaian penganten Laki-laki memakai:
Udeng               :   Tongkosan
Baju                   :  Gombaran
Kaos                  :  Sakerahan
Kain                   :  Sambung (sarung)
Sabuk               :  Kotemang
Clurit                 :   Arek bulu ayem
Perlengkapan pakaian penganten wanita memakai:
Gelung              : Sendalan
Peniti                 : Dinar
Kain                   : Sarung batik/kain panjang
Kebaya             : kain tipis warna menyolok
Kalong              : botoran
Anting-anting  : tong gentong
Gelang              : Palek abi

2.         Tarian Adat Jawa Timur.



Tari Remong. Merupakan sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu. Tarian ini dikemas sebagai suatu gambaran keberanian seorang pangeran. Tari remong ini biasanya menggunakan irama gending jula-juli Suroboyo tropongan, kadang kadang diteruskan dengan walang kekek,gedong rancak, krucilan atau kreasi baru lainnya.
Tari ini dapat ditarikan dengan gaya wanita atau gaya pria baik. Pada umumnya tari remong ini di tampilkan sebagai tari pembukaan dari seni ludruk atau wayang kulit jawa timuran. Penarinya menggunakan jenis kostum yaitu sawonggaling atau gaya surabaya yang terdiri dari bagian atas hitam yang menghadirkan pakaian abad 18,celana bludru hitam dengan hiasan emas dan batik, sedangkan dipinggangnya ada sebuah sabuk dan keris, dipaha kanan ada selendang menggantung sampai kemata kaki. Untuk penari perempuan memakai simpul (sanggul) di rambutnya.



Tari Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan. Tari ini melibatkan sekurang-kurangnya sekitar 30 s.d. 45 penari. Tarian ini menggambarkan cerita istana raja milik ratu kerajaan Kediri. Dalam perjalanan dari kerajaan Bantarangin ke Kediri mengalahkan segerombolan harimau dan merak yang dipimpin oleh Singobarong. Penari utama memakai pakaian besar terbuat dari bulumerak dan memakai topeng kepala harimau. Berat topeng tersebut berkisar 40 sampai 50 kg dan didukung oleh sebuah tali yang digigit oleh gigi penari. Lainnyamemakaitopeng seperti setan.Tari reog ini berasal dari Ponorogo Jawa Timur.


Tari Jejer Gandrung.  Merupakan salah satu kebudayaan tradisional yang ada di daerah Kabupaten Banyuwangi. Jejer Gandrung itu sendiri, “Jejer” berarti ditampilkan sedangkan “Gandrung” adalah senang. Sehingga tari jejer gandrung ini merupakan tari yang ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu atau undangan yang berkunjung ke Banyuwangi.  Tari jejer gandrung berasal di daerah Kemiren yaitu didaerah kaki gunung Ijen. Tari ini dimainkan oleh beberapa remaja putri dengan serasi, elok dan menawan.


Tari Kuda Lumping. Tari ini lahir sebagai simbolisasi, bahwa rakyat juga memiliki kemampuan (kedigdayaan), dalam menghadapi musuh ataupun melawan kekuatan elit kerajaan, yang memiliki bala tentara. Selain itu, tarian ini juga menghadirkan hiburan yang murah meriah namun fenomenal kepada rakyat banyak.

3.         Rumah Adat Jawa Timur.

Rumah adat joglo adalah salah satu rumah adat yang dimiliki oleh daerah Jawa Timur. Rumah adat joglo di Jawa Timur banyak ditemukan di daerah Ponorogo.     Kebanyakan rumah joglo yang terdapat di Ponorogo adah rumah adat joglo yang memiliki dua ruangan yaitu :
  • Ruang depan (pendopo) yang difungsikana sebagai :
    • tempat menerima tamu
    • balai pertemuan (karena awalnya hanya dimiliki oleh bangsawan dan kepala desa)
    • tempat untuk mengadakan upacara – upacara adat
  • Ruang belakang yang terdiri dari :
    • Kamar-kamar
    • dapur (pawon)
Sedangkan ruang utama atau ruang induk pada rumah joglo dibagi menjadi 3 ruangan, yaitu :
  • sentong kiwo (kamar kiri)
  • sentong tengan (kamar tengah)
  • sentong tangen (kamar kanan)
Dalam rumah adat joglo, umumnya sebelum memasuki ruang induk kita akan melewati sebuah pintu yang memiliki hiasan  sulur gelung atau makara. Hiasan ini digambarakn untuk menolak maksud-maksud jahat.
Dalam masyarakat Jawa, kamar tengah merupakan kamar sakral. Dalam kamar ini pemiliki rumah biasanya menyediakan tempat tisur atau katil yang dilengkapi dengan bantal guling, cermin dan sisir dari tanduk.
Kamar tengah umumnya juga dilengkapi denganlampu yang menyala siang siang dan malam yang berfungsi sebagai pelita, serta ukiran yang memiliki makna sebagai pendidikan rohani.
Di sebelah kiri (barat) terdapat dempil yang berfungsi sebagai tempat tidur orang tua yang langsung dihubungkan dengan serambi belakang (pasepen) yang digunakan untuk membuat kerjinan tangan.
Sedangkan disebelah kanan (timur) terdapat dapur, pendaringan dan tempat yang difungsikan untuk menyimpan alat pertanian.

4.         Senjata Tradisional Jawa Timur.




Celurit Senjata Khas Masyarakat Madura, Jawa Timur
Bagi masyarakat Madura, Celurit tak dapat dipisahkan dari budaya dan tradisi mereka hingga saat ini. Senjata tradisional ini memiliki bilahnya berbentuk melengkung bentuk bilah inilah yang menjadi ciri khasnya. Celurit menjadi senjata khas suku Madura yang biasa digunakan sebagai senjata carok.
Senjata ini melegenda sebagai senjata yang biasa digunakan oleh tokoh bernama Sakera. Masyarakat Madura biasanya memasukkan khodam, sejenis makhluk gaib yang menempati suatu benda, ke dalam celurit dengan cara merapalkan doa-doa sebelum carok. Walaupun demikian, pada dasarnya fungsi utama senjata ini merupakan salahsatu dari alat pertanian.




Keris yang merupakan senjata tradisional ala Jawa Timur. Keris di suku Jawa Timur di gunakan untuk mempertahankan diri dan sebagai alat kebesaran di lingkungan raja. Jadi Keris ini bukan saja kebanggaan dari masyarakat Jawa Timur tapi Keris merupakan Senjata yang terkenal di negara Indonesia karena Keris ini sudah ada sejak lama dahulu kala. Selain Keris banyak juga terdapat senjata khas dari kebudayaan Jawa Timur seperti contonya Celurit yang berasal dari Madura Jawa Timur.

No comments:

Post a Comment